Saya nggak tau kenapa, sepertinya otak saya lagi kesambet ayu ting-ting.
Sebenernya, account twitter saya, @AndreyArsapi itu ber anniversary pada tanggal 18 Oktober.
Tapi, saya baru sadar kalau account twitter ini sudah genap 1 tahun, itu 6 hari setelahnya. Tak lain tak bukan adalah tanggal 24 Oktober 2011.
*nepok jidat* *mojok* *merenung* *ambil gayung*
Saya pun langsung merayakannya tanpa basa-basi di timeline saya.
Saya juga berjanji, esok harinya saya mau nulis blog di Tumbal saya ini. Yang seharusnya jatuh pada tanggal 25 Oktober 2011.
Namun baru saya genapkan pada tanggal…. 31 Oktober 2011 pukul 11 Malam Waktu Dunia Gendeng.
Terserah, kalian mau apakan saya. Mau dibully. Dimarahin. Ditabok. Dipeluk. Dicium. Dicute. Terserah kalian. Aku pasrah.
INTINYA.
Saya mau berterima kasih pertama-tama kepada saudara kembar saya yang ditukar, Andrey Sergeyevich Arshavin. Atau biasa dipanggil Ucok. Atas ke (tidak) relaannya selama satu tahun ini, saya kerjain terus.
Nama bagus-bagus Arshavin jadi Arsapi. Kumaha iye.
Saya juga mau berterima kasih kepada teman-teman saya sesama parodi, yang selama ini menjadi inspirasi saya dalam dunia tweet-mengetweet dan bertumbal.
Tanpa kalian, Sapi nggak bakalan menjadi sesuatu banget.
Terutama, kepada followers saya. Kalianlah yang membantu saya dalam setahun ini menjadi berkembang dengan baik (ke samping) dan bukannya bertambah di bagian.. *Saya tahu kalian mau nyebut apa. Tinggi badan.*
Kalian memang kadang kurang ajar. Tapi saya tahu kalian orang baik-baik.
Kalian memang beberapa kali ngespam mention saya. Tapi saya yakin kalian orang baik-baik.
Kalian memang tiba-tiba suka ngajak saya genit-genitan bahkan mahoan. Tapi saya percaya kalian orang baik-baik.
Kalian sering mengintimidasi saya dalam hal… (kalian pasti tahu saya mau nyebut apa. Tinggi badan.) Tapi saya tahu kalian orang baik-baik.
*ini bukan blog berbayar*
Saya jadi teringat, kira-kira 1 tahun yang lalu ketika awal World Cup 2010.
Saya masih dalam keadaan terpuruk. Kecewa. Sakit hati. Terkoyak-koyak. Cinta bertepuk sebelah tangan (?)
Semata-mata hanya karena negara saya, Russia, tidak masuk kualifikasi World Cup.
Saya nangis. Kembaran saya nangis. Ayu ting-ting juga ikutan nangis. Dimana pialanya dimana~
*ehem*
Saya pun duduk merenung di pinggir sumur. Saya galau. Saudara saya sih, enak. Walaupun dia nggak main di piala dunia, dia punya kontrak iklan World Cup dengan Pepsi.
Sedangkan, satu-satunya perusahaan yang mau merekrut saya sebagai bintang iklan, cuma iklan Top Lady semir rambut.
Berasa sakit ati.
Saya melihat pemandangan di sekitar, memperhatikan aktifitas sapi-sapi piaraan saya.
Ada yang lagi makan. Tidur. Ber emoh-emoh sesuka hati. BBMan. Seakan tanpa beban.
Saya memperhatikan salah satu sapi betina saya yang paling g4uL. Biasa, penampilannya B3 gitu. Belah tengah, Behelan, Blackberry. Tapi dia nggak ikut-ikutan pake blek mentol. Mau pegang pake apa coba.
Satu kalimat dari dia yang gue inget.
“twitter lo followersnya cuma segini? cups banget~”
deep.
Jangankan followers. Waktu itu aja, saya dan kembaran saya sama-sama nggak punya twitter.
Akhirnya saya membuat suatu inovasi baru.
ANDREI SERKERIPIK ARSAPI ON TWITTER!
Unyu.
Berbekal dari pengalaman yang saya dapatkan dari mas Poconggg, Jastin Bibir, Adrie Subonouloh, dan beberapa twitter atlet jadi-jadian yang saya cukup familiar seperti Higuangin a.k.a pemain cadangannya insidious, Semir Nasi si tukang pegangin kabel di sinetron indosiar, Cesc Pabrikgas si pawang hujan, dan lain-lainnya, saya menjalankan account yang sekarang namanya @AndreyArsapi ini.
Alhamdullilah, sesuatu banget sekarang saya mulai menerima respon baik dari beberapa pihak. Dan saya berharap untuk ke depannya, kebersamaan antar parodi bisa dipererat kembali layaknya dulu.
Terima kasih banyak untuk Followers, ‘Kembaran’, Arsendal Player, Parlet Liga Linggis, Parlet La Liga, Parlet Timnas, Geli Cast, Partis Hilliwut, Parcil, dan parodi lainnya yang saya nggak bisa sebut satu-satu.
berpelukan~ ({})












